Tidak Seindah Imajinasi dan Drama, Fakta Mencengankand dari Negeri Sakura

Tidak Seindah Imajinasi dan Drama, Fakta Mencengankan dari Negeri Sakura

Sosial

Fakta Mencengankan dari Negeri Sakura

Fakta Mencengankan dari Negeri Sakura – Siapa di antara kamu yang enggak tertarik dengan kebudayaan Jepang? Apalagi dengan deretan manga, anime dan drama populer, kamu pastinya ingin mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat Jepang, di sana bukan?

Baca juga : Pamer Harta di Jejaring Sosial, Berikut Sosialita Bikin Netizen Eneg

Namun faktanya, kehidupan masyarakat Jepang enggak seindah yang kamu bayangkan lo. Berikut enam fakta mencengangkan kehidupan masyarakat Jepang yang bikin kamu tercengang.

Mayoritas Penduduk Jepang Atheis

Tahu enggak idn poker versi lama kalau mayoritas penduduk di Jepang adalah atheis alias tidak ber-Tuhan? Nah, seperti dilansir dari DW, sebagian besar penduduk Jepang menganut kepercayaan etnis Shinto alias agama para dewa.

Karena hal itulah, sekitar 31% penduduk Jepang bahkan mengklaim dirinya sebagai ather.

Hikikomori pada Kalangan Pria

Hikikomori dapat diartikan sebagai seseorang yang mengasingkan dirinya dari kehidupan sosial dan lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah, bahkan kamarnya sendiri.

Setidaknya sekitar 7% laki-laki Jepang melakukan hikikomori. Umumnya hal ini diakibatkan para laki-laki kesulitan mencari pekerjaan dan lebih memilih bergantung pada orang tua.

Karyawa Boleh Tidur Siang

Walaupun dinilai memiliki semangat kerja yang tinggi, para atasan memilih untuk memperbolehkan karyawan Jepang untuk tidur siang di kantor.

Selagi mereka dapat bekerja keras demi kemakmuran kantor, apa salahnya untuk tidur siang sejenak, kan?

Pekerja Tertidur di Jalan

Nah, karena semangat kerjanya yang tinggi enggak mengherankan apabila para karyawan di sana memilih untuk lembur bahkan melebih waktu kerja normal.

Maka saat malam hari, kamu bakal menemukan banyak pekerja yang tertidur di tempat umum, seperti jalanan atau stasiun untuk beristirahat sejenak. Itu pemandangan yang biasa lo.

Sistem Adopsi Orang Dewasa

Budaya kerja yang tinggi menyebabkan banyak dari mereka memilih untuk enggak memiliki keturunan. Namun, apa jadinya dengan warisan yang nanti mereka tinggalkan?

Salah satu jalannya adalah dengan melakukan adopsi. Bukan adopsi anak-anak, melainkan orang dewasa untuk mewarisi bisnis yang bakal terus dijalankan olehnya.

Taat Akan Peratruan dan Tertib

Hal ini mungkin sudah umum kamu sadari dari kehidupan masyarakat Jepang. Orang Timur seperti di Jepang memegang teguh budaya dari leluhur mereka.

Salah satunya adalah dengan mematuhi tata tertib di mana pun mereka berada. Saat di jalan mereka akan patuh pada aturan lalu lintas atau sekadar antre saat berbelanja di swalayan.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *