Telusuri Sejarah dan Budaya Kota Balikpapan

Telusuri Sejarah dan Budaya Kota Balikpapan

society

Yuk, Telusuri Sejarah dan Budaya Kota Balikpapan yang Unik!

Telusuri Sejarah dan Budaya Kota Balikpapan – Sebagai lokasi industri minyak dan tambang, Balikpapan memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibanding Samarinda selaku ibu kota Kalimantan Timur. Balikpapan bahkan menyimpan berbagai macam objek wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Ada lokasi wisata seperti Hutan Lindung Sungai Wain yang menjadi habitat burung, ikan, kepiting, dan orangutan. Terdapat pula Pantai Manggar Segarsari, sebuah rekreasi pantai yang terletak di kecamatan Balikpapan Timur. Tak ketinggalan, Taman Agrowisata yang memiliki berbagai koleksi tanaman tropis serta tempat piknik terbuka.

Selain itu, Anda juga bisa Daftar 918Kiss menjadikan Balikpapan sebagai tempat singgah bila hendak mengarungi keindahan bawah laut Pulau Derawan. Keberhasilan Balikpapan meraih beberapa penghargaan terkait kebersihan dan lalu lintas menjadikannya semakin diperhatikan dunia.

Ditambah lagi, pertumbuhan infrastruktur yang pesat dalam 20 tahun terakhir dan perekonomian yang kian membaik. Itu sebagian alasan mengapa kota ini digelari “The World’s Most Loveable City”.

Keistimewaan Kota Balikpapan tak perlu diragukan lagi; tempat ini unggul dalam berbagai bidang. Dari sektor teknologi misalnya, Balikpapan memiliki pengelolaan yang bagus untuk pembuangan sampah, pengeluaran gas metana, serta pelestarian lingkungan. Kemudian berdasarkan kondisi kotanya, meski memiliki masyarakat heterogen, kawasan ini aman dan damai.

Kota Balikpapan tidak hanya dihuni oleh Suku Dayak, tetapi juga etnik lainnya. Karena itu, lahirlah budaya lokal yang menyatu dalam kebudayaan nasional.

Berikut ini beberapa budaya unik yang ada di Kota Balikpapan

1. Memakai Sapei Sapaq

Sapei sapaq merupakan pakaian adat laki-laki asal Kalimantan. Bentuknya berupa celana sepanjang lutut yang disebut “abet koboq”. Ini dipadukan dengan atasan rompi (tanpa lengan) berwarna dasar hitam. Kemudian, di bagian kepala terdapat hiasan khas Kalimantan, sementara di pinggang terselip Mandau, senjata ala Borneo.

2. Mengenakan Kustin

Kustin adalah pakaian adat khusus untuk kalangan menengah ke atas. Dulu, kostum ini digunakan untuk menghadiri acara pernikahan atau tradisi kerajaan. Biasanya, pakaian tersebut terdiri dari atasan berlengan panjang, kerah tinggi, serta berbahan beledu.

3. Upacara Erau

Semula, upacara Erau menjadi tradisi Kerajaan Kutai Kertanegara. Namun, pada 1971, aktivitas tersebut diselenggarakan dalam rangka pelestarian budaya. Biasanya dilaksanakan setiap September dengan berbagai kegiatan, semisal, menidurkan ayu, menjamu benua, beluluh, bekanjar, dan begajuh.

4. Bebuang – Tradisi Suku Bugis

Tradisi ini mirip dengan larung saji yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa. Hanya saja, menunya lebih sederhana, semisal ketan kuning, ketan hitam, ketan putih, pisang, telur, serta sebuah buaya putih berbahan tepung. Pun tersedia satu ekor ayam putih yang dilarungkan bersama sesajen lain ke laut atau sungai.

5. Tradisi Memanjangkan Telinga dengan Anting

Sebenarnya, tidak semua suku di Kalimantan melanggengkan tradisi unik ini, namun Anda masih bisa melihat pemandangan tersebut manakala masuk ke pedalaman Kalimantan Timur. Mereka, yang melestarikan adat itu percaya bahwa kecantikan seorang perempuan bisa dinilai dari panjang telinga. Semakin panjang telinganya, maka ia dianggap semakin cantik oleh orang di sekitarnya.

Mengulas tentang keunikan budaya dan etnik di Balikpapan, khususnya Kalimantan Timur bakal tidak ada ujungnya. Daripada penasaran, lebih baik Anda siapkan liburan ke Balikpapan mulai sekarang. Pesan saat ini juga lewat website Airy. Anda bisa membeli tiket promo Batik Air agar mendapatkan biaya murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *