Tato Tradisional Mentawai Melawan Pesatnya Zaman

Tato Tradisional Mentawai Melawan Pesatnya Zaman

Sosial

Tato Tradisional Mentawai Melawan Pesatnya Zaman

Tato Tradisional Mentawai Melawan Pesatnya Zaman – Jangan heran jika melihat sekujur tubuh pria dan wanita Mentawai berlukiskan tato. Bagi mereka, tato itu seperti pakaian. Bahkan, dianggapnya merupakan identitas. Seni rajah yang mereka pakai sama sekali jauh dari kata modern.

Tinta yang digunakan dari kayu bakar atau bekas terbakar yang dihaluskan, lalu dicampur dengan perasan tebu. Proses selanjutnya, duri atau jarum yang telah dicelupkan pada tinta tadi ditusukkan pada lapisan kulit, membentuk motif-rupa motif.

Inilah tato asal Mentawai. Mereka mulai dari mata kaki, jari, dada, leher, hingga pipi. Menurut Agen Sbobet88 Asia catatan peneliti tato Ady Rosa, tato Mentawai adalah identitas yang membedakan antara klan satu dengan lainnya. Orang-orang Mentawai juga percaya, tato merupakan pancaran roh dari kehidupan mereka.

Tentu saja, motif ragam yang dilukis pada tubuh tak sembarang. Tato di Mentawai disebut titi atau tiktik, yaitu identitas. Nah, selayaknya identitas, pada tato yang tertera mulai dari tanah asal, status sosial, hingga selesai di pemburu.

Hampir seluruh bagian tubuh Aman Telepon yang berasal dari Buttui Desa Madobag. Siberut Selatan memiliki tato khas Mentawai ditambah dengan pakaian khas Mentawai kabit (cawat) dan ikat kepala luat menambah keindahan tato atau titi ‘disandingkan dengan membawah panah Mentawai.

Bagi warga Mentawai yang mendiami Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang terletak di Samudera Hindia Kota Padang ini. Memiliki tradisi merajah tubuh istimewa yang ada di Pulau Siberut di luar Pulau Sipora dan Sikakap.

Khusus yang ada di pedalam pulau Siberut seperti Madobag, Simatalu hampir laki-laki dan perempuan yang diperbarui di atas 60 tahun setiap tubuh mereka dengan motif garis lurus, lengkung, silang dan garis lainya. Tato untuk orang Mentawai dinamakan dengan titi ‘, nama itu diberikan karena cara membuat tato itu dibuat dengan membuat titik-titik berulang kali membuat garis yang indah. Meski saat ini.

Aman Telepon yang berasal dari Buttui Desa Madobag

Tato yang menghiasi bagian tubuh masyarakat Mentawai memiliki makna dan simbol pada kehidupan dan aktivitas mereka sehari-hari. Misalkan tato matahari yang dibuat di bahu itu menyimbolkan soal kehidupan terang dan malam.

Bagi Aman Telepon, tato yang telah menjadi abadi ditubuhnya ada makna seperti tato di dadanya merupakan gambar busur panah (rourou) garis warna hitam melengkung dari bahu kanan sampai kiri dan dan dari garis melengkung ada lagi gari beralih ke pusar itu adalah anak panah

“Kakai sai Mantawoi, anai galajetmai masigaba iba, bule ibara nane iba murorou (kami memiliki kebiasaan mencari lauk pauk dengan cara berburu, perburuan menggunakan panah) ‚ÄĚTutur Aman Telepon.

Nah biasanya jika pemburu ulung itu akan menambah jenis anjing yang diburuhnya, seperti jika dia mendapatkan simigi (babi hutan) maka dibagian dadanya akan ditato sesuai dengan mendukung. Jika satu yang dapat makan satu juga ditato, begitu juga jika dapat bilou (monyet) dan sibeu tubu (rusa) bagian dadanya dan bagian perutnya akan ditato simbol binatang hasil buruannya.

“Semakin banyak tato di semakin banyak orang yang menyeganinya,” katanya.

Tato dada laki-laki dan perempuan tidak sama, memang ada tato perempuan di dada tetapi simbolnya adalah subba (tangguk) biasa kaum perempuan Mentawai pergi paliggara (menangguk ikan di sungai).

Kalau tato di lengan ada beberapa gari berbentuk rotan duri, kata Aman Telepon, itu gambar rotan duri. Bagi masyarakat rotan merupakan tumbuhan penting dalam kehidupannya. Mereka bisa membuat oorek (keranjang), roiget (ayam panjang), bahkan sebelum ada paku rotan biasanya dipakai untuk mengikat tonggak-tonggak rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *