Seputar Gay dan Homoseksualitas

Seputar Gay dan Homoseksualitas

Gay

Seputar Gay dan Homoseksualitas

Seputar Gay dan Homoseksualitas, – Kampanye menuju kesetaraan sosial dalam masyarakat sangat bergantung pada edukasi fakta dan berhentinya penyebaran info yang salah tentang beberapa kondisi yang mengalami diskriminasi, khususnya orang-orang homoseksual – gay dan lesbian.

Berikut beberapa ulasan dirangkum dari laman Agen Judi Bola.

Apakah menjadi gay normal?

Orang-orang gay, lesbian, atau transgender (LGBT) adalah anggota dari setiap komunitas masyarakat. Mereka beragam, datang dari semua lapisan masyarakat. Dan termasuk orang-orang dari segala usia, ras dan etnis, status sosial ekonomi, dan dari beragam penjuru daerah. Kita semua mengenal sejumlah orang LGBT, apakah kita menyadarinya atau tidak.

Ada beberapa contoh dalam berbagai teks-teks agama yang bisa dan telah digunakan untuk melawan homoseksualitas. Beberapa pemimpin dan gerakan agama memilih untuk menggunakannya; lainnya percaya bahwa teks-teks ini adalah refleksi dari kebiasaan sosial dari waktu pada saat itu, tidak berkaitan dengan identitas dan hubungan LGBT seperti yang kita tahu saat ini, dan tidak harus diterjemahkan secara harfiah ke dalam kebijakan untuk zaman kontemporer.

Perilaku seks sesama gender dan fluiditas gender juga tercatat muncul di beragam kerajaan hewan (pinguin, lumba-lumba, bison, angsa, jerapah, hingga primata; hanya beberapa dari banyak spesies yang kadang-kadang berpasangan dengan mitra sesama jenis) dan dari setiap kebudayaan yang dikenal di dunia (lukisan batu prasejarah di Afrika Selatan dan Mesir, teks-teks medis India Kuno, dan literatur dari rezim pemerintahan Ottoman, misalnya).

Apa itu homoseksualitas?

Homoseksualitas adalah ketertarikan emosional, romantis, intelektual, dan/atau seksual pada orang-orang dari gender yang sama. Istilah homoseksual memiliki akar medis dari pergantian abad terakhir (awal 1900-an) dan kebanyakan orang sekarang biasanya menggunakan istilah gay dan lesbian sebagai gantinya. ‘Gay’ umumnya digunakan untuk menggambarkan pria yang tertarik pada pria, dan ‘lesbian’ untuk wanita yang tertarik pada wanita.

Dapatkah saya mengetahui apa bedanya pria yang gay dan bukan?

“Pria yang bertindak dengan cara yang feminin pasti gay. Wanita maskulin dengan potongan rambut cepak dan suara berat berarti lesbian.” Ini anggapan yang dipercaya banyak orang.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, Anda tidak bisa membedakan apakah seseorang homoseksual atau biseksual. Stereotip ini hanya berlaku untuk sekitar 15% dari kaum gay dan 5% dari lesbian. Stereotip ini membingungkan konsep orientasi seksual (apakah Anda lebih suka sesama gender atau yang berseberangan sebagai mitra seksual) dengan peran gender (menunjukkan perilaku maskulin atau feminin).

Lesbian, gay, dan biseks memiliki kepribadian yang bervariasi, dalam cara berpakaian, tingkah laku, dan gaya hidup. Sama halnya dengan orang heteroseksual. Terlepas dari keragaman ini, stereotip tentang orang banci atau wanita maskulin tetap bertahan.

Meskipun beberapa orang gay mencerminkan karakteristik ini, mayoritas lesbian dan pria gay tidak sesuai dengan stereotip tersebut. Di sisi lain, banyak pria “kewanitaan” dan wanita yang maskulin mengidentifikasi diri mereka sebagai heteroseksual. Ada juga beberapa individu heteroseksual (lurus) yang mungkin berperilaku dengan cara yang dianggap stereotip gay atau biseksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *