Ratusan Ekor Anak Penyu Dilepasliarkan

Ratusan Ekor Anak Penyu Dilepasliarkan

Sosial

Ratusan Ekor Anak Penyu Dilepasliarkan

Ratusan Ekor Anak Penyu Dilepasliarkan, – Ratusan ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke Pantai Kuta, Badung, Bali. Kelompok pelestari penyu, Bali Sea Turtle Society, mengatakan jumlah tukik yang dilepas tahun ini berkurang dari tahun-tahun sebelumnya lantaran situasi pandemi Corona (COVID-19).

“Hari ini dilepas 124 ekor tukik penyu lekang di Pantai Kuta. Ini semua telur-telur penyu yang ada di Pantai Kuta, ini kita rescue, kita pindahkan ke Kuta Beach Convention Centre setelah 46 sampai 40 hari menetas,” kata Ketua Bali Sea Turtle Society I Wayan Wiratyana kepada wartawan, Selasa.

Wiratyana mengungkapkan pandemi Corona membuat upaya penyelamatan tukik dari sarangnya terbatas. Tahun ini, dia dan kawan-kawan menyelamatkan telur-telur tukik itu dari 150 sarang. Untuk diketahui anak penyu perlu diselamatkan dari sarangnya agar tak dimangsa biawak atau predator lainnya.

Sementara itu pelepasan tukik kali ini, lanjut Wiratyana, tak dipertontonkan karena pantai masih ditutup. Wiratyana menyebut proses pelepasan tukik ke laut biasanya menarik perhatian wisatawan.

“Dan sekarang, di tahun ini kan ada pandemi COVID-19, kita tidak bekerja di area yang luas cukup Pantai Kuta, dibantu oleh Satgas Pantai Kuta dan tim kebersihan sini. Jadi kita kerjanya sangat terbatas dan jumlah juga yang diselamatkan dibandingkan tahun-tahun yang lainnya, masih belum banyak. Ini baru 150 sarang saat ini,” jelas Wiratyana.

Wiratyana menjelaskan pelepasan tukik ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Pada tahun-tahun sebelumnya Wiratyana dan kawan-kawannya mampu menyelamatkan tukik dari 500 sarang.

“Kalau tahun di puncak musim, di Juni-Juli bisa sampai 500 sarang yang kita¬†rescue¬†gitu,” sambung dia.

Wiratyana menuturkan pihaknya masih akan melihat perkembangan kemunculan sarang-sarang tukik pada bulan-bulan mendatang. Dia mengatakan ada kemungkinan bulan ini memang tak banyak penyu yang bertelur.

“Kita nggak bisa bilang (berkurang banyak) juga, soalnya musim masih panjang juga, sampai Oktober. Atau mungkin memang sedikit di bulan ini. Belum selesai, kita lihat di Juli. Karena dilihat dari data kita, karena ada Mei sudah banyak, kadang Juni, kadang Juli. Nanti kita lihat sampai akhir, kita bisa bandingkan data dengan keadaan yang normal dan masa pandemi COVID-19 ini,” terang Wiratyana.

“Kalau sekarang sih sekarang tim kita saja (yang menyaksikan pelepasan), karena pantai ditutup. Jadi kita kan berusaha secepat mungkin melepas mereka. Nanti kalau sudah normal, pasti kita akan umumkan pada khalayak umum. Banyak sih tamu-tamu dari luar yang tanya ke orang lokal juga, apa bisa ikut (proses pelepasan tukik) apa enggak,” tutur Wiratyana.

Wiratyana menerangkan pihaknya menyiarkan pelepasan tukik di di media sosialnya. “Kita bilang pantai masih ditutup untuk publik. Jadi kita sarankan lihat live di sosial media. Jadi itu mungkin cukup untuk mengobati mereka untuk kegiatan pelapasan tukik ini,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *