Negara yang Legalkan Pernikahan Gay Diperingatkan Rusia

Negara yang Legalkan Pernikahan Gay Diperingatkan Rusia

Gay society

Negara yang Legalkan Pernikahan Gay Diperingatkan Rusia

Negara yang Legalkan Pernikahan Gay Diperingatkan Rusia – Tujuh senator Rusia mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang berisi larang pernikahan sesama jenis, termasuk gay, secara resmi. RUU ini diklaim sejalan dengan amandemen terbaru konstitusi oleh Presiden Vladimir Putin.

RUU diajukan Selasa malam 14 Juli lalu. Rancangan aturan itu untuk mengubah Kode Keluarga Rusia dan secara legal melarang pernikahan sesama jenis dan adopsi anak oleh pasangan sesama jenis.

Langkah para senator ini hanya berselang dua minggu setelah para pemilih di Rusia setuju dengan amandemen konstitusi yang mencakup ketentuan yang mendefinisikan pernikahan sebagai “persatuan antara pria dan wanita”.

Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara terkait pernikahan sejenis yang dilegalkan oleh beberapa negara Eropa, khususnya Perancis. Menurut Putin, pelegalan pernikahan sejenis bisa mempengaruhi hubungan bilateral negara-negara di Eropa khususnya dalam konteks adopsi.

“Saya menganggap itu adalah hal yang benar apabila kita mengubah kembali perjanjian tersebut. Ini (pernikahan sesama jenis) adalah masalah dan kita perlu berpikir tentang hal itu,” ujar Putin saat mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen Rusia.

“RUU ini mengakhiri praktik pernikahan antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama, termasuk mereka yang mengubah jenis kelamin,” kata co-authorRUU, senator Yelena Mizulina, kepada Interfax, yang dilansir Kamis.

Putin mengatakan, “Negara-negara lain harus menghormati tradisi budaya dan norma etika Rusia,” tambahnya.

Namun, teks rancangan undang-undang yang diajukan ke majelis rendah parlemen atau Duma Negara Rusia tidak menyebutkan pelarangan pernikahan atau pun adopsi anak oleh orang-orang transgender.

“RUU ini harus diadopsi karena perubahan dalam kehidupan publik, termasuk tuntutan publik untuk melestarikan nilai-nilai keluarga tradisional dan memperkuat serta melindungi institusi keluarga,” bunyi teks RUU tersebut.

Pernyataan Putin ini merupakan reaksi pertama dari Rusia setelah 14 negara di dunia mengubah Undang-undang mereka untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Beberapa negara tersebut adalah Kanada, Belanda, Argentina, Spanyol, Afrika Selatan dan Perancis pada 2013 ini.

Khusus Perancis, negara ini merupakan negara terakhir yang melegalkan pernikahan sejenis tersebut, menyusul disetujuinya rancangan Undang-undang oleh mayoritas politisi di Parlemen. Keputusan ini diambil menyusul debat publik yang terus terpecah dan sejumlah aksi protes terbesar masyarakat Prancis mengenai hal tersebut.

Otoritas terkait Rusia saat ini tidak mendaftarkan secara resmi pernikahan sesama jenis. Namun, Kode Keluarga Rusia mengakui pernikahan seperti itu yang terdaftar di luar negeri asalkan tidak terjadi di antara kerabat dekat atau orang-orang yang sudah terdaftar menikah.

Panitera Rusia telah mengakui pernikahan sesama jenis yang terdaftar di luar negeri dalam setidaknya dua kasus profil tinggi sejak 2018, termasuk kasus seorang aktivis LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) terkemuka. Setidaknya empat pernikahan transgender telah terdaftar di Rusia sejak 2014.

Selama dua dasawarsa berkuasa, Putin sangat dekat dengan Gereja Ortodoks dan berusaha menjauhkan Rusia dari nilai-nilai Barat termasuk sikap liberal terhadap homoseksualitas dan fluiditas gender.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *