Mengenal Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem Kekebalan di Singkawang

Mengenal Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem Kekebalan di Singkawang

society

Mengenal Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem Kekebalan di Singkawang

File:Tatung in Singkawang showing his power by trying to cut his ...

Mengenal Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem Kekebalan di Singkawang – Perayaan Cap Go Meh di Singkawang menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Tak hanya warga lokal saja yang menyaksikan kemeriahannya, tapi banyak juga wisatawan luar daerah yang rela jauh-jauh datang ke Singkawang.

Di Singkawang sendiri, Ada tradisi unik untuk merayakan Cap Go Meh, yaitu pawai Tatung. Tatung merupakan sosok manusia yang menurut kepercayaan sedang dirasuki oleh roh dewa. Kata Tatung berasal dari bahasa Hakka, yang artinya roh dewa.

Pawai Tatung ini bukanlah pawai pada umumnya, tapi Tatung menunjukkan aksi-aksi yang sangat ekstrem. Para Tatung akan rela menusuk tubuh mereka dengan benda-benda tajam. Tradisi ini sudah dilakukan sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Seseorang yang menjadi Tatung sudah ditakdirkan sejak lahir, bisa dibilang mereka sudah mendapat ‘panggilan’. Ketika sudah terpilih, mereka nggak bisa menolak ketika ‘panggilan’ itu sudah tiba.

Sebelum memulai aksinya, orang-orang yang terpilih menjadi Tatung ini harus menjalankan ritual puasa dan nggak boleh mengonsumsi daging. Puasa ini harus dilakukan pada tanggal satu dan 15 setiap bulannya, berdasarkan penanggalan Tionghoa. Apabila orang tersebut nggak menjalankan ritual puasa, maka saat melakukan atraksi pawai Tatung, ia akan celaka.

Tradisi Tatung di Tiongkok memang sudah jarang dilakukan. Namun di Indonesia, tradisi ini masih dilakukan secara rutin pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Perayaan Tatung di jakarta 

Perayaan Cap Go Meh 2571 bertema ‘Little Singkawang’ di Trade Mall (TM) Seasons City, Tambora, Jakarta. Menghadirkan beragam atraksi. Salah satu atraksi yang ditampilkan adalah parade 200 Tatung khas Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam acara ini, sebanyak 200 tatung hadir. Mereka itu ada yang dari Singkawang, ada juga yang udah memang tinggal di Jakarta, Ungkap Ketua Pendiri Cap Go Meh Seasons City, TJ Jollyman kepada kumparan, di lokasi. 
Pertunjukan tatung, apa lagi Tatung dalam jumlah banyak, tergolong pemandangan langka di Jakarta. Tidak di setiap Cap Go Meh ada tatung. Pasalnya, Tatung adalah produk tradisi khas Singkawang, yang dilakoni oleh masyarakat Singkawang, atau perantau dari daerah tersebut.
Penampilan tatung di TM Seasons City menarik minat para pengunjung. Banyak pengunjung mal antusias menyaksikan atraksi tatung yang sekilas mirip dengan debus. 
PTR- Atraksi tatung di Perayaan Cap Go Meh
“Tatung itu dia ada sendirinya pada diri seseorang. Jadi tidak semuanya bisa tatung. Biasanya, itu bawaan tulang (istilah lain: bawaan lahir-red),” ungkap Tomy kepada kumparan.
Tomy menerangkan, orang yang memiliki kemampuan jadi tatung itu kebanyakan tergantung turunan (keturunan tatung atau tidak). Namun, tatung juga bisa menjadi melalui latihan, dengan catatan seseorang tersebut memang bisa cocok dengan roh-roh. 
Saat menjadi Tatung, kata Tomy, seseorang kehilangan separuh kesadarannya. Ia kehilangan rasa takut, dan sebaliknya, menjadi sangat bersemangat dan merasa kuat.
“Rasanya bersemangat, energik aja begitu,” ujar Tomy yang merupakan keturunan Tatung dari Kalbar ini.
Meski separuh tak sadar, menurut Tomy, seorang Tatung sepenuhnya bisa mengendalikan diri. Maka itu, Tatung dalam setiap atraksinya hanya bermain-main dengan tubuhnya dan sama sekali tidak terdorong untuk menyerang ataupun melukai orang lain di sekelilingnya.
“Karena roh yang masuk itu bukan setan, tapi guru, orang ada yang nyebutnya dewa, menurutku guru yang sudah meninggal dunia, dia masuk ke tubuh memberi kekuatan, juga mengontrol perbuatan kita,” tutur Tomy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *