LGBT Tidak Diterima Di Indonesia

LGBT Tidak Diterima Di Indonesia

Bisexual Gay dan Lesbian

Kenapa LGBT Tidak Bisa Diterima Di Indonesia

LGBT Tidak Diterima Di Indonesia – Membahas tentang hal LGBT kenapa sih tidak bisa diterima di Indonesia? Dalam artikel ini, kita akan membahas bersama alasannya. Yuk, kita simak cerita ini.

LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) adalah akronim yang tidak lagi bagi masyarakat Indonesia. Topik ini mulai menjadi pusat perhatian tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk pemerintahan. Pada awal abad ke-21, Belanda menjadi negara pertama yang melegalisasikan pernikahan sesama jenis (pernikahan gay). Kemudian di negara-negara mulai mengikuti jejak Belanda, sampai pada tahun 2018 ada 27 negara yang telah melegalisasikan aksi tersebut.

Selain fakta tersebut, apakah Anda LGBT telah Daftar Sbobet88 dianggap sebagai hukum internasional terkait dengan hak asasi manusia, lebih lanjut lagi, Hukum Hak Asasi Manusia Internasional dan Orientasi Seksual & Identitas Gender?

Secara garis besar, Hukum Hak Asasi Manusia Internasional dan Orientasi Seksual & Identitas Gender memiliki dua prinsip utama yaitu kesetaraan (kesetaraan) dan tidak memiliki perbedaan (non-diskriminasi). Selain dari prinsip tersebut, negara juga memiliki peran untuk dapat mendukung aksi tersebut dengan cara:
1) Melindungi individu dari pertahanan homofobik dan transfobik.
2) Mencegah perilaku bukan manusiawi (penyiksaan, penghinaan) terhadap kaum LGBT.
3) Mendekriminalisasi homosexualitas.
4) Melarang ditentukan berdasarkan kesepakatan seksual dan identitas gender.
5) Menghormati kebebasan berekspresi.

Hukum Hak Asasi Manusia Internasional dan Orientasi Seksual & Identitas Gender

Sementara itu, hukum internasional, Indonesia dan beberapa negara lain menyatakan tegas tidak dapat menerima LGBT di masing-masing negara. Hal tersebut mengingat Indonesia adalah negara hukum yang tertulis dalam Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945.
Apakah dengan alasan tersebut mengartikan bahwa negara yang lain tidak berhukum?
Tidak, yang menentukan hukum Indonesia dan hukum negara lain adalah Indonesia memiliki landasan hukum Pancasila. Pancasila sebagai masyarakat Indonesia yang merupakan landasan ideologi bagi negara Indonesia yang terdiri dari lima sila yaitu:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat mengundang dalam permusyawaratan / perwakilan
5) Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia
Jika disetujui oleh Indonesia tidak dapat menerima LGBT, disetujui akan menjawab bahwa LGBT menentang dengan norma-norma dan nilai-nilai Indonesia terutama Pancasila yang pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila 1 tidak langsung menjelaskan negara Indonesia adalah negara yang beragama. Secara garis besar agama mana pun tidak memperbolehkan (mengharamkan) praktik LGBT tersebut.
Justru sebaliknya sebaliknya, Indonesia akan menentang LGBT dengan menentang hukum LGBT jika terlibat terlibat dalam hubungan seks sesama jenis (draf RUU KUHP pasal 492).
Akhir kata, penulis berasumsi dan pemikiran internasional terkemuka yang terkait dengan LGBT tidak dimiliki oleh negara Indonesia. Negara Indonesia akan memberikan tanggapan tegas atas keputusannya untuk tidak dapat menerima tindakan LGBT di Indonesia dan hal tersebut diberkati LGBT berdasarkan garis besar yang menentang sila pertama dalam Pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *