Kedubes AS Kibarkan Bendera LGBT

Gay

Kedubes AS Kibarkan Bendera LGBT

Kedubes AS Kibarkan Bendera LGBT

Kedubes AS Kibarkan Bendera LGBT. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyambut Pride Month untuk group LGBT. Pride Month dirayakan di AS setiap bulan Juni.

Pride Month 2021 adalah yang pertama dirayakan Joe Biden sebagai presiden. Pihak Gedung Putih kemudian menyampaikan sejumlah program pro-LGBT, dan menyebut hak LGBT terserang oleh pemerintahan Donald Trump.
Setelah empat th. serangan tanpa henti kepada hak-hak LGBTQ+, pemerintahan Biden-Harris telah mengambil alih tindakan bersejarah untuk mengakselerasi perjalanan menuju kesetaraan penuh LGBTQ+,” tulis pernyataan Gedung Putih, Selasa 1 Juni 2021.

Beberapa kebijakan yang disebut adalah mengizinkan transgender masuk militer, serta merawat hak LGBT di seluruh dunia. Pemerintahan Biden kemudian mengizinkan kedutaan besar AS mengibarkan bendera LGBT.

“Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan dapat mengizinkan pos-pos diplomasi untuk mengibarkan Pride Flag di tiang bendera yang sama layaknya bendera AS di kedubes atau konsulat mereka, untuk menunjukan bahwa Amerika Serikat dapat memimpin HAM LGBTQI+ di seluruh dunia,” tulis Gedung Putih.

Berdasarkan informasi yang diterima capitolhillbillies.net sejauh ini Kedubes AS di Jakarta belum mengibarkan bendera pelangi.

Pemerintah Presiden Biden mendirikan Dewan Kebijakan Gender untuk mendorong keseteraan di AS.

Mereka terhitung menjanjikan lingkungan pendidikan bebas berasal dari diskriminasi kepada murid-murid LGBTQ+.

“Presiden Biden telah meneken Executive Order untuk lagi berkomitmen agar Pemerintah Federal menjamin lingkungan pendidikan yang bebas berasal dari diskriminasi seks, terhitung pelecehan seksual dan terhitung diskriminasi berbasis orientasi seksual atau identitas gender,” mengerti Gedung Putih.

Kabinet Biden terhitung ditampilkan sebagai kabinet inklusif. Menteri Perhubungan AS Pete Buttigieg merupakan anggota menteri gay pertama yang diloloskan Senat AS. Menteri milenial itu beserta suaminya adalah pendukung Joe Biden semasa Pilpres 2021.

Asisten Menteri Kesehatan Dr. Rachel Levine terhitung merupakan seorang transgender.

“Presiden Biden telah menghimpun pemerintahan yang paling beraneka ragam di histori negara kita, dan bangga untuk mengabdi dengan 14 prosen pejabat yang diangkat yang mengidentifikasi sebagai lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer,” kata Gedung Putih.