Kaum Lesbian Memiliki Beberapa Kategori

Kaum Lesbian Memiliki Beberapa Kategori

Lesbian

Kaum Lesbian Memiliki Beberapa Kategori

Kaum lesbian memiliki beberapa Kategori, – Kaum lesbian ternyata memiliki beberapa kategori untuk dapat mengenalinya. Tak seperti kaum gay yang lebih mudah untuk mengategorikannya, yaitu top dan bottom.

Meski sama-sama bagian dari komunitas penyuka sesama jenis perempuan, namun kaum lesbian sendiri kadang sulit untuk mengidentifikasi dan bahkan sering terjadi salah melabelkan.

Di Indonesia, khususnya kota besar, seperti Jakarta sendiri, sering terjadi bias identitas di antara beberapa kaum lesbian, dan tak cukup hanya menilainya dari penampilan.

Butchy

Wanita dalam kategori ini memiliki sosok maskulin dengan ciri-ciri berpenampilan layaknya seorang pria. Di dunia lesbian, butchy atau buci berperan sebagai pria dalam sebuah hubungan. Biasanya kategori ini cukup mudah untuk Anda kenali karena penampilannya lebih identik.

Femme

Wanita dalam kategori ini memiliki sosok feminin memiliki penampilan layaknya seorang wanita pada umumnya. Jika butchy dianggap sebagai sosok pria dalam sebuah hubungan, maka lesbian berperan sebagai wanita dalam sebuah hubungan.

Andro

Wanita dalam kategori ini sosok yang bisa keduanya. Maksudnya dalam dandanan, mereka bisa saja terlihat feminin layaknya femme, tetapi cenderung berperan seperti buci. Label andro sendiri terbagi menjadi dua, Andro butchy dan Andro Femme. Andro femme biasanya berpenampilan tomboy tapi tetep terlihat seperti wanita dan berperan sebagai layaknya femme. Sedangkan andro buci berpenampilan seperti pria tapi masih ada sifat ceweknya dan berperan sebagai butchy.

Banyak pasangan lesbian yang hanya melela (coming out) di kalangan terdekat saja. Mereka menjaga privasi mereka dengan hati-hati demi keselamatan fisik atau keberlangsungan nafkah. Namun bukan berarti mereka semua berlindung di balik tabir pernikahan heteroseksual.

Seorang lesbian adalah seorang wanita homoseksual. Kata lesbian juga digunakan untuk wanita sehubungan dengan identitas seksual atau perilaku seksual mereka , terlepas dari orientasi seksual , atau sebagai kata sifat untuk mengkarakterisasi atau menghubungkan kata benda dengan homoseksualitas wanita atau ketertarikan sesama jenis.

Konsep “lesbian” untuk membedakan wanita dengan orientasi seksual bersama berkembang di abad ke-20. Sepanjang sejarah, wanita tidak memiliki kebebasan atau kemandirian yang sama dengan pria untuk mengejar hubungan homoseksual, tetapi mereka juga tidak mendapatkan hukuman yang sama dengan pria homoseksual di beberapa masyarakat.

Sebaliknya, hubungan lesbian sering dianggap tidak berbahaya, kecuali jika seorang peserta mencoba untuk menegaskan hak-hak istimewa yang secara tradisional dinikmati oleh laki-laki.

Akibatnya, sedikit dalam sejarah didokumentasikan untuk memberikan deskripsi yang akurat tentang bagaimana homoseksualitas perempuan diungkapkan.

Saat seksolog awalpada akhir abad ke-19 mulai mengkategorikan dan menggambarkan perilaku homoseksual, terhambat oleh kurangnya pengetahuan tentang homoseksualitas atau seksualitas wanita, mereka membedakan lesbian sebagai wanita yang tidak mematuhi peran gender wanita dan secara keliru menyebut mereka sakit jiwa — sebutan yang telah dibuat. terbalik di komunitas ilmiah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *