Kasus Bullying Paling Sadis di Indonesia, Sampai Ada yang Meninggal

Kasus Bullying Paling Sadis di Indonesia, Sampai Ada yang Meninggal

Sosial

Kasus Bullying Paling Sadis di Indonesia

Kasus Bullying Paling Sadis di Indonesia – Psikolog konseling, Muhammad Iqbal, menyebutkan kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2017 kembali mencuat setelah sebelumnya sempat turun pada periode 2015-2016.

Baca juga : Kisah Hidup Ahmad Sahroni, dari Tukang Semir Sepatu Kini Crazy Rich Tanjung Priok

Sejak bulan Januari hingga pertengahan Juli lalu aja, tercatat ada 976 pengaduan yang diterima oleh layanan telepon sahabat anak (Tespa). Tujuh belas diantaranya adalah kasus bullying.

Beberapa kasus bullying yang terjadi tahun ini sempat menjadi viral di medsos dan membuat masyarakat Indonesia geram.

Kasus Bullying Siswi SMPN 273 Jakarta

Kasus ini terjadi pada bulan Juli 2017 di daerah Thamrin City, Jakarta Pusat. Kejadiannya menjadi viral karena video aksi perpeloncoan ini tersebar di medsos.

Terlihat seorang siswi SMP dikelilingi oleh sejumlah teman-temannya di sebuah lorong. Siswi ini kemudian dijambak, dipukul, dan diminta untuk mencium tangan serta kaki salah seorang temannya.

Bullying Siswi SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan

Tindak bullying ini dilakukan oleh enam siswi kelas XII kepada beberapa pelajar kelas X. Kejadian ini berawal karena para senior mendengar kabar bahwa beberapa adik kelas ini pergi ke kafe dan menonton penampilan DJ yang menurut mereka masih belum pantas disaksikan.

Dalam video viralnya, terlihat kepala para korban dijadikan asbak rokok dan ditumpahi minuman. Pelaku juga menyuruh korban untuk merokok sambil mengenakan bra di luar baju seragam.

Pihak sekolah akhirnya mengeluarkan keenam pelaku dari sekolah.

Siswa SDN Longkewang, Sukabumi

Kasus menyedihkan ini baru aja terjadi Selasa (8/8) lalu. Seorang siswa, SR, meninggal dunia setelah bertengkar dengan salah seorang temannya di sekolah.

Kisahnya viral setelah foto jenazah korban tersebar di medsos. Beralaskan tikar, terlihat anak tersebut berbaring dengan masih mengenakan baju seragam sekolahnya.

Pada keterangan foto tertulis bahwa SR enggak cuma dipukul, tapi telinganya pun disumbat menggunakan keripik dan disiram dengan minuman ringan.

Sampai sekarang, kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh jajaran Polres Sukabumi.

Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Universitas Gunadarma

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah pertengahan Juli lalu video aksi perundungannya viral di medsos.

Pada video, terlihat korban, Muhammad Farhan sedang dikerjai oleh teman-temannya. Tasnya ditarik dari belakang dengan keras. Farhan yang merasa kesal, berusaha membalas dengan memukul dan melempar para pelaku dengan tong sampah. Reaksinya ini justru mendapat sambutan tawa dari mahasiswa lain.

Para korban pun akhirnya menerima sanksi skorsing dari kampus.

Sebenarnya kesalahan dalam kasus bullying pada anak bukan cuma ada di tangan pelaku yang pada kebanyakan kasus masih berusia muda. Setiap elemen masyarakat yang ada di sekitarnya, seperti orang tua, guru, teman, dan dalam skala yang lebih besar, yakni pemerintah pun punya andil penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *