Kasus Baru Covid-19 di Beijing

Kasus Baru Covid-19 di Beijing

Sosial

Kasus Baru Covid-19 di Beijing

Kasus Baru Covid-19 di Beijing, – Beijing melaporkan 22 kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) pada Minggu setelah melakukan tes massal terhadap warganya.

Selain 22 kasus baru positif Covid-19, ditemukan pula tiga kasus yang dicurigai dan tiga orang tanpa gejala. Dengan angka ini, Beijing mencatat total angka 227 kasus positif Covid-19 sejak Juni lalu.

Wabah baru ini pertama kali muncul di Pasar Xinfadi, salah satu penyedia bahan makanan di Beijing, China. Kondisi ini lantas memicu kekhawatiran atas keamanan pasokan makanan di seantero Beijing. Virus terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk mengolah salmon impor.

Pada Jumat lalu, pemerintah Beijing menyarankan agar warga membuang makanan laut beku dan produk kacang yang dibeli dari Pasar Xinfadi. Pasar ini diketahui memasok lebih dari 70 persen produk segar dari Beijing.

Kini, Pasar Xinfadi telah ditutup oleh pemerintah. Karyawan pasar hingga kurir pengiriman makanan kini tengah menjalani pemeriksaan.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan kampanye nasional untuk memeriksa makanan impor.

Klaster baru di Beijing ini menimbulkan kekhawatiran akan kembali merebaknya pandemi Covid-19 di China setelah beberapa bulan terakhir berhasil diredam. Sejumlah sekolah telah kembali ditutup untuk mencegah penyebaran. Masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian.

Ahli Epidemiologi dari Center for Disesase Control and Prevention (CDC) China, Liu Xiaofeng mengatakan bahwa meski wabah baru tengah ‘dikendalikan’, tapi Beijing akan menghadapi beberapa kasus baru ke depan.

Xiaofeng mengatakan bahwa orang-orang yang tak mendatangi Pasar Xinfadi dalam rentang 30 Mei-12 Juni berisiko sangat rendah terinfeksi SARS-CoV-2. “Mereka tidak harus membuat janji untuk melakukan uji swab,” ujarnya.

Pihak berwenang di Beijing menggambarkan bahwa kondisi wabah virus corona di sana “sangat parah” dengan munculnya lusinan kasus baru.

Sebelumnya, Beijing tidak melaporkan adanya kasus baru selama 56 hari berturut turut hingga sebuah klaster baru diidentifikasi, Kamis.

Pada hari Sabtu, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pun mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa seluruh kasus baru yang diidentifikasi telah diisolasi dan tengah dirawat.

Selain itu, penelusuran kontak dan pengurutan genetik dari sampel juga tengah dilakukan untuk memahami lebih lanjut sumber klaster dan hubungan antar kasus.

Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Dr Mike Ryan mengatakan, penting mencari faktor-faktor risiko spesifik, situasi, perilaku, dan konteks, dimana penularan telah terjadi di klaster-klaster tersebut, untuk mencegah terjadinya wabah yang lebih luas.

Kemunculan kasus-kasus baru ini telah ditelusuri ke pasar makanan grosir di barat daya Beijing yang menjual ribuan ton makanan sehari dan telah dikunjungi oleh lebih dari 200.000 orang sejak Mei 2020.

Provinsi-provinsi yang jauh seperti Yunnan di bagian selatan pun telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan karantina bagi orang-orang yang kembali dari Beijing.

Pihak berwenang Shanghai mengumumkan bahwa semua kedatangan dari daerah berisiko sedang dan tinggi harus menjalani karantina selama 14 hari.

Sementara itu, lebih dari 8.000 pekerja dari pasar saat ini telah menjalani pemeriksaan dan dikirim ke fasilitas karantina terpusat. Adapun pasar basah Beijing lainnya, pasar bawah tanah, dan lebih dari 30.000 restoran tengah didisinfeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *