Dampak Negatif Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga

Dampak Negatif Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga

Sosial

Perang Dunia Ketiga

Perang Dunia Ketiga – Maraknya isu Perang Dunia ketiga setelah meningginya tensi antara Amerika Serikat dan Iran membuat banyak orang khawatir. Potensi meletusnya perang semakin membesar. Perang pada dasarnya selalu sarat akan kekerasan yang menimbulkan kerusakan fisik hingga psikologis. Ketika berkaca pada sejarah Perang Dunia pertama dan kedua.

Baca juga : Negara yang Terkenal Paling Rasis di Dunia

Banyak pelajaran yang tentunya bisa kita ambil darinya. Ketika potensi-potensi akan terjadinya Perang Dunia ketiga semakin menguat. Kita semua harus menyadari bahwa akan terlalu banyak dampak negatif jika perang ini meletus. Apa sajakah? Simak di bawah ini.

Orang Tidak Bersalah Menjadi Korban

Perang tidak hanya soal adu kekuatan militer negara-negara yang berperang. Perang juga memunculkan risiko terbunuhnya orang-orang tak bersalah mulai dari orangtua, anak-anak hingga para lansia (masyarakat sipil).

Risiko tersebut selama terjadinya perang sangat besar dan sangat mungkin terjadi. Walaupun perang dipropagandakan sebagai jalan untuk mencari kedamaian. Ingat satu hal, tidak ada kedamaian jika di dalamnya masih ada perang.

Menimbulkan Kesengsaraan

Tidak ada perang yang menyenangkan. Terbunuhnya banyak orang, hancurnya gedung, tangisan anak-anak yang ketakutan dengan suara ledakan hingga hancurnya perekonomian.

Perang Dunia bukanlah hal yang patut jadi lelucon. Perang hanya akan menimbulkan dendam dan sengsara yang berkepanjangan. Ketika kita memulai perang, di situlah kita memulai dendam abadi.

Maka dari itu, perang bukanlah tindakan terbaik untuk mengatasi suatu masalah. Kita membutuhkan kedamaian, bukan kematian tak perlu akibat sebuah perang yang dipantik atas egoisme semu.

Menimbulkan Kecurigaan Antar Bangsa

Ya, Perang Dunia ketiga tidak hanya soal perang antara dua negara. Jika itu terjadi,dampak buruknya adalah timbulnya rasa curiga yang tinggi oleh tiap negara satu sama lain. Bagaimana kecurigaan itu muncul timbul dari sistem blok yang pastinya akan muncul jika Perang Dunia ketiga benar-benar terjadi.

Tentu ini bukanlah hal yang positif, kecurigaan hanya akan menghasilkan ketidakpercayaan yang ujungnya hanya satu, menumbuhkan potensi tidak suka dan lagi-lagi perang mungkin menjadi jawaban dari kecurigaan tersebut.

Rantai penderitaan jika terjadinya perang adalah sebuah keniscayaan. Tentunya kita harus selalu berharap bahwa para pengambil keputusan di luar sana sadar bahwa damai nyatanya lebih indah daripada harus berperang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *