Buronan FBI dan Interpol Ditangkap di Jakarta Terkait Dugaan Prostitusi di Bawah Umur

Buronan FBI dan Interpol Ditangkap di Jakarta Terkait Dugaan Prostitusi di Bawah Umur

Sosial

Buronan FBI dan Interpol Ditangkap di Jakarta Terkait Dugaan Prostitusi di Bawah Umur

Buronan FBI dan Interpol Ditangkap di Jakarta Terkait Dugaan Prostitusi di Bawah Umur,- Seorang warga negara Amerika Serikat yang bernama Russ Albert Medlin, ditangkap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

WNA AS yang ditangkap di rumah kontrakan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin 15 Juni 2020 itu, juga merupakan buronan FBI dan Interpol.

Medlin digelandang Polda Metro Jaya, lantaran masyarakat sekitar kontrakannya melapor sering terdapat perempuan di bawah umur yang masuk ke kediaman Medlin.

Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabidhumas Polda Metro Jaya mengungkapkan yang ditangkap lantaran terlibat kasus prostitusi anak, pernah divonis dalam kasus yang sama di Amerika Serikat.

“Yang bersangkutan residivis kasus pedofilia. Dia sudah pernah dua kali didakwa di sana di tahun 2006 dan juga 2008 di Amerika Serikat,” kata Yusri dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Juni 2020 seperti dilaporkan Antara.

Setelah diperiksa secara intensif dan dilakukan profiling, Medlin belakangan diketahui sebagai buronan Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) Amerika Serikat dan Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol) dalam kasus penipuan.

Meski demikian Yusri mengatakan Medlin ditangkap oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.

“Sementara tersangka ini kita tangkap karena kasus pelecehan atau pedofilia,” ujar Yusri.

Dijelaskan Yusri, Medlin ditangkap bersama tiga orang PSK di bawah umur yang saat diperiksa mengaku baru saja di-booking untuk melayani Medlin.

Petugas kemudian mengamankan beberapa barang bukti seperti laptop, handhpone, uang tunai Rp 6,3 juta dan uang tunai 20 ribu dolar AS.

Atas perbuatannya petugas menjerat Medlin dengan Pasal 76 junto Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *