bahaya anak kecanduan pornografi

Beberapa Bahaya Bila Anak Kecanduan Pornografi, Dan Cara Mengatasi

Main Sosial

Kecanduan Pornografi – Saat ini telah marak pornografi di kalangan anak-anak remaja yang sudah mulai masuk ke tahap yang sangat mencemaskan dan memerlukan pengawasan lebih seluruh orang tua. Lalu seiring dengan semakin mudahnya anak dalam mengakses internet serta fasilitas gadget yang diterima dari orang tua mereka.

Dengan mudahnya akses pornografi secara online akan menimbulkan potensi yang sangat berbahaya yang semakin meningkatkan kekhawtiran tentang kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Anak-anak dan remaja yang menggunakan email atau menjelajahi Internet akan berisiko terkena pornografi yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Jenis Orientasi Seksual Dunia

Walaupun saat ini sudah ada sistem blokir dan filter yang dapat mencegah akses tersebut, namun tidak menutup kemungkinan bahwa paparan pornografi tetap akan menghantui anak-anak.

Di tahun 2005, sebuah penelitian terhadap anak muda berusia 10-17 tahun menemukan 42% melaporkan maraknya pornografi online.

Eksposur berkelanjutan terhadap pornografi tentunya dapat memiliki efek negatif pada anak-anak dan remaja. Untuk itu, setiap orangtua harus mengetahui bagaimana pornografi dapat membahayakan anak-anak mereka.

Berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai serba-serbi bahaya pornografi bagi anak-anak usia remaja. Semoga bisa membantu Mama di luar sana dalam memerangi maraknya pornografi dikalangan anak-anak.

1. Memengaruhi Hubungan Intim Yang Sehat Masa Mendatang

Membangun hubungan romantis dan seksual adalah tugas perkembangan sentral untuk remaja dan dewasa muda. Namun maraknya penyebaran pornografi dikalangan anak-anak tentu dapat membahayakan kemampuan mereka untuk membangun dan memelihara hubungan intim yang sehat.

Teori sosialisasi seksual menunjukkan, seringnya terpapar dengan tema-tema yang konsisten tentang gender dan perilaku seksual ternyata memengaruhi perasaan anak muda tentang apa yang diharapkan secara seksual untuk laki-laki dan perempuan.

Sebuah survei tahun 2006 tentang remaja sekolah menengah usia 14-18 menemukan penggunaan media secara teratur dikaitkan dengan dukungan stereotip seksual, bahwa remaja yang melaporkan menonton televisi untuk pertemanan lebih cenderung setuju bahwa seks berorientasi pada rekreasi.

Selain itu ada pemahaman bahwa laki-laki menjadikan perempuan sebagai objek seksual.

Penelitian menunjukkan, bahwa orang dewasa muda yang berulang kali terpapar pornografi mungkin memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah pada saat berhubungan intim dan mungkin kehilangan harapan untuk menemukan eksklusivitas seksual dengan pasangannya kelak.

Jadi, bisa dikatakan sebuah hubungan bukan karena kasih sayang dan saling menghargai sehingga bisa jadi sebuah keluarga bahagia. Namun ada anggapan berpasangan dan melakukan hubungan seks diperlukan karena bisa menjadi hiburan atau rekreasi.

2. Bahaya Kecanduan Pornografi

Kecanduan adalah risiko bagi anak-anak dan remaja yang terus-menerus mengakses pornografi online. Ini akan membuat kegiatan yang tadinya menyenangkan, pada akhirnya berkembang menjadi suatu keharusan.

Literatur medis telah mengakui bahwa konsumsi pornografi dapat menjadi masalah pada usia anak-anak. DSM-V yang baru-baru ini diperbarui mencakup diagnosis Hypersexual Disorder, yang mencakup penggunaan pornografi secara kompulsif.

Anak-anak dan remaja mampu mengembangkan perilaku seksual kompulsif, yang dapat menyebabkan kecanduan seksual. Waktu seorang anak yang dihabiskan secara online dapat mengindikasi suatu kelainan ketika hal itu mengakibatkan gangguan atau tekanan klinis yang signifikan.

Kegagalan dalam menahan keinginan untuk melihat gambar porno meskipun efek negatif yang ditimbulkan perilaku tersebut terhadap fungsi sosial atau rekreasi, merupakan suatu tanda gangguan yang ditimbulkan dari adanya kecanduan pornografi.

Literatur medis lainnya mendukung hal serupa bahwa seseorang dengan satu kecanduan cenderung memiliki lebih dari satu masalah kesehatan mental daripada orang dewasa, termasuk kegiatan seksual, penyalahgunaan obat, dan gangguan lainnya.

3. Gangguan Mental Dari Paparan Pornografi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mengenai gangguan mental anak, adanya kecanduan mengakses pornografi juga dapat mengganggu kepribadian anak, gangguan suasana hati dan kegelisahan.

Selain itu penyalahgunaan zat dan ketergantungan dikaitkan dengan kompulsif seksual.

Kurangnya kendali impuls (konsekuensi dari kecanduan) mungkin akan mengarahkan mereka yang kecanduan pornografi online lainnya untuk terlibat dengan materi yang tidak pantas atau menyimpang secara seksual.

Ini juga sering dikaitkan dengan kinerja akademis anak yang semakin buruk, dan membuat idn poker versi lama pilihannya.

Paparan terhadap pornografi membahayakan anak-anak dan remaja dengan menormalkan kekerasan seksual. Menciptakan harapan yang tidak realistis untuk pasangan dan hubungan intim, dan meningkatkan risiko kecanduan.

Untuk itu orangtua harus mengetahui bagaimana seharusnya bersikap dalam menghadapi anak-anak agar terhindari bahaya pornografi seperti yang sudah disebutkan pada poin-poin di atas.

4. Penggunan Media Harus Lebih Diperhatikan

Penelitian menunjukkan bahwa “media memiliki kapasitas yang luar biasa dalam mengajarkan sesuatu.” Penggunaan yang berlebihan, khususnya pada konten yang mengandung kekerasan. Stereotip gender, dan eksplisit secara seksual akan memengaruhi pandangan dunia anak-anak, meningkatkan perilaku berisiko tinggi.

Sharon Cooper, seorang dokter anak forensik dan anggota fakultas di Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara, menyatakan bahwa anak-anak menerima gambar seksual yang tidak sehat dari pornografi dewasa.

Dr. Cooper berpendapat bahwa anak-anak dan remaja lebih rentan terhadap paparan gambar porno daripada orang dewasa. hal ini karena neuron cermin di otak, yang meyakinkan orang bahwa mereka benar-benar mengalami apa yang mereka lihat.

Neuron cermin memainkan peran penting dalam cara anak-anak belajar. Anak-anak belajar sebagian besar melalui peniruan. Dengan neuron cermin terlibat dalam proses mengamati apa yang dilakukan orang lain dan meniru perilaku tersebut.

Disaat pandemi seperti sekarang ini, anak tentu semakin lebih sering dalam mengakses internet. Untuk itu Mama perlu memperhatikan penggunaan media terhadap anak. Sebab usia anak-anak akan lebih mudah mengamati dan meniru perilaku yang ia lihat meskipun tanpa disengaja sekalipun.

Baca Juga: Positif Corona Pacar Putra Donald Trump

Tips Yang Dilakukan Untuk Perangi Pornografi Pada Anak

Meski usianya masih terlalu muda untuk mengakses pornografi, tetapi di era teknologi yang semakin canggih ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak akan terpapar hal-hal yang tidak diinginkan ini.

Oleh sebab itu, orangtua harus melakukan berbagai hal dalam memberikan pengertian tentang bahaya pornografi yang sudah disebutkan sebelumnya, dan memberikan pemahaman mengenai organ seksual mereka. Berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan:

  • Memberikan pendidikan seks dengan menyertai hal-hal yang harus mereka hindari. Mulai dari organ vitalnya yang tidak boleh disentuh orang lain ataupun menyaksikan konten pornografi.
  • Menjelaskan berbagai bahaya dari adanya paparan pornografi yang dapat merusak dirinya. Beritahu secara jelas dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami anak.
  • Jalin komunikasi yang intens agar anak tidak merasa kesepian dan menghindarinya dari keinginan untuk mencoba berbagai kegiatan yang negatif.
  • Berdiskusi dan menghargai pendapat anak juga menjadi salah satu cara untuk membuat anak memahami bahaya konten yang belum seharusnya ia lihat. Hargai juga setiap pendapat yang ia berika dari hasil diskusi yang Mama dan anak lakukan.
  • Memberikan pengawasan dengan memabatasi penggunaan gadget agar tidak berlebihan. Dengan membatasi konten berbahaya pada gadget anak, Mama dapat mencegah pengaruh pornografi pada anak di era digital ini.

Itulah tadi bahaya anak kecanduan pornografi beserta cara untuk mengatasinya. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu. Jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya yang selalu update berita terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *