Australia Bebaskan Gay Asal Arab Saudi

Australia Bebaskan Gay Asal Arab Saudi

Gay

Australia Bebaskan Pasangan Gay Asal Arab Saudi

Australia Bebaskan Gay Asal Arab Saudi РDua pria gay asal Arab Saudi dilaporkan ditahan. Di pusat detensi Australia setelah kabur ke Negeri Kanguru dan meminta suaka. Dua laki-laki gay asal Arab Saudi yang ditahan di Australia sudah bebas dalam waktu berbeda. Pada Selasa Alison Battisson, pengacara pasangan tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa klaim suaka mereka juga sedang dalam proses.

Publik hanya mengetahui mereka diidentifikasi sebagai Sultan dan Nassar. Keduanya berprofesi sebagai jurnalis dan memutuskan untuk pergi ke Australia pada Oktober lalu dengan memakai visa wisata. Imigrasi setempat melakukan penahanan setelah tahu keduanya berniat untuk mendapatkan status kependudukan permanen. Sejak itu, Sultan dan Nassar menghabiskan waktu mereka di kamp detensi imigrasi.

Kedua pria itu bekerja sebagai wartawan. Salah satunya bekerja untuk kementerian media Saudi dan rutin mengunjungi sejumlah organisasi berita internasional. Salah satu pria mengaku bahwa mereka Daftar S128 mendapat tekanan dari pihak berwenang Saudi setelah seseorang membocorkan dokumen sensitif ke media asing.

Mereka kabur dari Arab Saudi untuk menyelamatkan diri

Dilansir dari capitolhillbillies.net, walau ia harus merahasiakan hubungannya dengan Nassar, Sultan sempat mengaku “mencintai” kehidupannya di Arab Saudi, termasuk “membantu citra kerajaan di luar negeri dengan memastikan media asing memotret negara itu dengan adil dan akurat”.

“Namun, setelah ditarget secara tidak adil oleh Kementerian Media dan pengurus keamanan negara, saya tak punya pilihan lain selain meninggalkan kerajaan dan mencari suaka di tempat lain,” jelasnya.

Salah satunya pernah bekerja kepada pemerintah Arab Saudi

Australia membebaskan Nassar pada Jumat, sedangkan karena alasan birokrasi, Sultan baru menghirup udara bebas pada Selasa. “Mereka benar-benar sudah bebas sekarang,” kata Battisoon. Nassar dan Sultan memilih meninggalkan Arab Saudi karena faktor keselamatan. Sultan merupakan jurnalis yang pernah bekerja dengan Kementerian Media di negaranya, termasuk membela pemerintahnya di hadapan wartawan-wartawan asing.

Akan tetapi, otoritas lokal mulai mencurigai bahwa dia punya hubungan dengan Nassar — sesuatu yang dianggap ilegal oleh kerajaan Islam itu. Ia mengaku pernah diinterogasi karena dituduh membocorkan sejumlah dokumen rahasia. Sultan sendiri membantahnya.

Kabur dari Saudi Demi Menghindari Ancaman Keamanan Terkait Hubungan Mereka

Keduanya menyesalkan perlakuan yang diterima di Australia tak berbeda dengan di Arab Saudi

Tujuan keduanya untuk mendapatkan perlindungan di Australia pupus setelah imigrasi menempatkan mereka di kamp detensi. Mereka mengaku pernah beberapa kali diancam dengan kekerasan oleh penghuni detensi lainnya. Penjaga juga melakukan intimidasi.

“Kami kabur agar tidak ditahan secara sepihak dan dipenjara tanpa alasan, hanya sampai di Australia dan mendapati diri kami di dalam penjara,” ujar Sultan. “Kami menerima ancaman itu di Arab Saudi, tapi tak pernah benar-benar terjadi sampai kami tiba di sini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *